Pre-Engineered Building
gototopgototop
 
English (United Kingdom)Indonesian (ID)Chinese (Simplified)
          Instagram   

Products & Application


Quick Selection

News Flash

Indobuildtech 2014

Rangkaian program Pameran 5th Indobuildtech Expo 2014 akan dilangsungkan di 8 kota Indonesia selama rentang waktu tahun 2014, dimulai dari Bali dan berakhir di Bandung, manfaatkan kehadiran pameran ini di kota anda untuk terus menggali informasi mengenai bangunan, desain interior, material, manufaktur, arsitektur dan segala hal yang berhubungan dengan infrastuktur dan bangunan.

Read more...

Pre-Engineered Building



Pre-engineered BUILDING developed by PT. GUNUNG GARUDA to produce steel construction that is cheaper, efficient and fast implementation with minimal risk of error (accuracy).
In Pre-engineered steel manufacture BUILDING parties who play an important role in construction engineering of steel because other steel production, manufacture-party must also play a role in the design, drawings, and fabricating.
So understanding BUILDING PRE-engineered it is a fabrication of the building where the needs of the overall design of the building had been prepared earlier in the form of the Standard Building. So with the Pre-engineered BUILDING, PT. GUNUNG GARUDA must make a complete building standard and the most economical.
To get a complete building standard and the most economical then the Pre-engineered BUILDING is most suitable to be applied by the manufacturing of steel.

Click on the numbering circle to see details

     

Perbandingan Antara
Struktur Baja PRE-ENGINEERED BUILDING PT. Gunung Garuda
dengan Sistem Bangunan Baja Konvensional

No Description Sistem PRE-ENGINEERED BUILDING Sistem Konvensional
1. Standar desain • AISC (American Institute of Steel Construction)
• MBMA (Metal Building Manufactures Association)
• AWS (American Welding Society)
• AISI (American Iron and Steel Institute )
• JIS ( Japan Industrial Standard )
• AISC (American Institute of Steel Construction)
• AWS (American Welding Society)
• JIS (Japan Industrial Standard)
• DIN (Deutsche Industrie Normen)
• BS (Bristish Standard)
2. Berat • Berkisar 10 – 20 % lebih ringan, karena optimasi desain struktur dan beberapa batang sekunder menggunakan “cold formed section” dimana dapat mereduksi berat • Kurang melakukan optimasi desain dan batang sekunder tidak menggunakan “cold form section”.
3. Design • Standarisasi sistem PRE-ENGINEERED BUILDING menghemat waktu dalam desain. Dengan bantuan komputer dan software computer seperti program STAADIII maka segera dapat di desain yang optimal dan efisien. Untuk penggambaran struktur secara teliti dengan menggunakan software Steel-Cad, dimana dapat langsung diperoleh gambar shop drawing untuk fabrikasi dan erection drawing beserta berat komponen struktur secara keseluruhan. Gambar yang disetujui dapat disiapkan dalam 10-21 hari. • Karena tidak ada standarisasi kadang-kadang untuk satu jenis struktur menghasilkan desain yang berbeda.
• Setiap ada proyek selalu melakukan perhitungan connection dan component yang berulang.
• Gambar detail yang tidak lengkap.
4. Pondasi • Volume pondasi lebih ringan (5% s/d 10%). karena berat struktur atas sudah akurat sesuai desain • Memerlukan pondasi yang lebih berat.
5. Accesories • Semua asesoris seperti pintu, jendela, canopy, ventilator dibuat sesuai dengan ukuran standar sehingga dapat sesuai dengan desain pemasangan. • Desain spesifik diperlukan disetiap proyek baru menyesuaikan dengan asesori yang digunakan. Seperti flushing dan trims harus didesain cukup rumit dan difabrikasi khusus, sehingga membuat proyek menjadi lebih mahal.
6. Delivery • Fabrikasi material, packing dan pengiriman berkisar 6 s/d 8 minggu / 360 tonase • Fabrikasi, erection dan pengiriman diperkirakan memerlukan waktu 5 s/d 6 bulan
7. Erection • Mudah, cepat dan erection dilakukan secara bertahap. Sambungan komponen saat erection dilakukan tanpa las dan tidak membutuhkan tenaga ahli berpengalaman, karena dalam PRE-ENGINEERED BUILDING dilengkapi dengan erection guide manual. Sehingga biaya dapat diketahui lebih akurat, secara umum dapat menghemat 15%-20% dari biaya pembangunan. • Banyak tenaga erection yang diperlukan dan mahal. Waktu dan biaya diperlukan untuk mendapatkan akurasi dan keseragaman dalam erection. Banyak menyita waktu sehingga dapat melebihi time schedule pekerjaan dan biaya.
8. Architecture • Desain arsitektur dapat dilakukan dengan biaya rendah • Special desain arsitektur memerlukan kajian dan biaya yang tinggi
9. Price • Harga keseluruhan per meter persegi diperkirakan sekitar 20 – 30% lebih rendah dari sistem konvensional • Biaya lebih tinggi
10. Jarak & Bentang • Jarak antar kolom dapat dipasang lebih besar, sehingga bentang (space) dapat dioptimalkan • Diperlukan banyak kolom untuk bentang (space) besar.
11. Jaminan • Sistem PRE-ENGINEERED BUILDING dijamin berkisar antara 30 – 50 tahun • Selama 20 tahun dengan inspeksi berkala
12. Tanggung jawab • Tanggung jawab penuh berada pada 1 sumber, termasuk pertanggung-jawaban dalam desain • Tanggung jawab ganda antara desainer, pelaksana dan fabricator.
• Jika terjadi komplain maka saling lempar kesalahan.

PRE-ENGINEERED BUILDING CONCEPT - PT. GUNUNG GARUDA 
Standardization of Building Design

1. Design Standard

2. Frame Standard

3. Product Standard

4. Component Standard

5. Accesories Standard

Design Standard
  - AISC : - kekuatan struktur /kekakuan ijin ( Allow. Stress )
      - kelenturan / defleksi ijin ( Allow. deflection )
      - Bolt Connection
  - MBMA : - Loading
      - Load Combination
  - AWS : - Welding Connection
  - AISI : - Perhitungan Cold Formed
  - JIS : - Standard Product
Frame Standard
  * Standard Clear Span
 
     
  * Standard Multi Span Two Modulus
 
     
  * Standard Multi Span Three Modulus
 
     
  * Standard Multi Span Four Modulus
 
     
  * Standard Multi Span Five Modulus
 
     
  * Standard Multi Span Six Modulus
 
     
  * Standard Multi Gable Multi Span Two Modulus
 
     
  * Standard Multi Gable Multi Span
 
     
  * Standard Triple Gable Multi Span
 
     
  * Standard Lean To
 
     
  * Standard Mono Slope (MS)
 
     

COMPARISON FRAME DESIGN

  Portal Frame With Standard
Hot-Rolled Material
Portal Frame With Taperred
Hot-Rolled Material
 
Support Pinned Pinned
Colomn 500 x 200 x 10 x 16 Taperred  300 - 700 x 10 x 16
    cut from IWF 500 x 200 x 10 x 16
Rafter 450 x 200 x 9 x14 a. taperred 350 - 650 x 10 x16
        cut from IWF 500 x 200 x 10 x 16
    b. IWF 350 x 175 x 7 x 11
Haunch Length 1.5 m 1.5 m
Stress Ratio 0.90 0.85
Total Weight 3357.84 kg 3143.82 kg
Reduced   ± 17 %
     

Product Standard

Dari hasil riset terhadap design dan kebutuhan product untuk standard building, dibuatlah suatu standard product
dan PT. GUNUNG GARUDA mengikuti standard JIS untuk product Hot Rolled dan Cold Formed, antara lain : 

ps-01 ps-21 ps-15    
 Equal Angle  Lipped Channel  Round Bar & Deformed Bar  H-Beam    
ps-03 ps-10      
 Wide Flange  Wire Rods  Z-Section      

 

Sedangkan selain hal-hal tersebut diatas, ada product standart hasil fabrikasi yaitu : 

ps-08 ps-08 ps-06 ps-07 ps-05  
 Cell-Form  Honey Comb  King Cross  Queen Cross  T-Beam  

Component Standard

Standart component dibuat karena component-component pada bangunan sudah dapat diketahui / diperkirakan
sebelum adanya proyek, misalnya : 

 
 Cap Plate  Cleat Plate  Component Bracing  Eave Struts
 
 End Plate  Flange Brace  Stiffener  

Accesories Standard

 
 Canopy  Crane  Doors  Louver
 
 Stairs  Ventilator  Window  

 

Websites Optimised for IE 6+ with 1024 x 768 pixel resolution | © Copyright 2010 - 2013. Gunung Steel Group | Contact Webmaster